Spread the love

wong jawa

 

Apakah kamu pernah mendengar istilah Wong Jawa Aja Ilang Jawane? Jika iya apakah kamu berpikir jika nasehat ini benar adanya? Di tengah era disrupsi seperti sekarang ini, kita memang perlu mencari cara agar budaya lokal dan juga nilai-nilai lokal tidak hilang diterjang arus modernitas yang deras mengalir melalui teknologi. Mengapa demikian?

Yang pertama karena sebagai orang Indonesia, terutama orang Jawa, kita memiliki banyak sekali nilai-nilai kearifan lokal atau nilai moral yang begitu kaya sebagai pedoman. Dengan kita kehilangan nilai tersebut, kita akan kehilangan identitas kita. Baik sebagai Wong Jawa, termasuk juga identitas kita sebagai orang Indonesia.

Alasannya karena ada banyak pedoman yang bisa menjadi pedoman dalam keseharian kita sebagai Wong Jawa atau orang Jawa seperti salah satunya unggah ungguh atau sopan santun terhadap orang yang lebih tua. Tidak hanya dalam tingkah laku saja, namun juga dalam ucapan atau dalam bahasa. Seperti yang kita tahu bahwa bahasa Jawa memiliki tiga level kesopanan yang berbeda.

Bahasa tersebut juga menjaga kita agar dalam bertingkah laku juga mengingat kesopanan sehingga tidak menyakiti hati lawan bicara. Tentu ini nilai-nilai moral yang tidak bisa ditinggalkan dalam keseharian. Ajaran moral lainnya juga adalah bagaimana kita bertingkah laku yang disampaikan dalam ungkapan ungkapan dalam bahasa Jawa.

Seperti salah satunya urip iku sawang sinawang yang mana artinya secara harfiah bahwa hidup itu saling lihat dan melihat. Artinya pemaknaannya sangat dalam yaitu adalah terkadang apa yang terjadi tidak seperti apa yang kita lihat. Mungkin bagi kita kehidupan seseorang terlihat bahagia, namun bisa saja orang tersebut iri ketika melihat kehidupan kita.

Beberapa ungkapan bermakna lainnya adalah seperti kita hidup harus mengutamakan tepo seliro atau saling tolong menolong. Hal lainnya yang juga dapat kita bisa terapkan adalah narimo ing pandum yang berarti menerima, pasrah terhadap apa yang sudah terjadi di masa lalu, masa sekarang hingga masa depan nanti.

Tentunya ajaran-ajaran moral yang diberikan dalam ungkapan bahasa Jawa tersebut dapat menjadi inspirasi kita dalam menjalani kehidupan. Dan itulah yang juga membuat kita menjadi orang Jawa atau Wong Jawa seutuhnya dan tidak melupakan pribadi kita sebagai orang Jawa yang santun dan penuh kebijaksanaan hidup. Meski bukan berarti kita harus menutup mata pada perkembangan jaman. 

Kita masih tetap dapat menjalani kehidupan modern dengan menggunakan berbagai jenis teknologi namun tentunya tetap dengan memegang teguh nilai-nilai yang menjadikan kita sebagai orang Jawa seutuhnya. Seperti contohnya, kita mungkin saja kini bertegur sapa menggunakan smartphone atau video call saat ini. Namun kita tetap bisa menggunakan bahasa krama sesuai dengan lawan bicara kita.

Hal lainnya dalam berkehidupan seperti saling menghormati sesama, tidak membeda-bedakan antara satu dan lainnya bisa menjadi pedoman dalam keseharian. Hal lainnya juga bisa diterapkan dalam fashion atau berbusana seperti mengenakan pakaian batik, kebaya modern atau yang mungkin lebih mudah lagi adalah kaos dengan desain khas Jawa. 

Kaos dengan desain khas Jawa ini bisa kamu temukan dalam Kaos Bijak Jawa yang merupakan produk lokal Yogyakarta yang juga membawa kearifan lokal. Kearifan lokal tersebut dibawa dalam kata-kata penuh wejangan atau nasihat yang tampak di depan maupun di bagian belakang kaos. Tidak hanya menarik, namun juga menyebarkan kebijaksanaan dalam kehidupan.

Hal lainnya yang menarik dalam desain yang akan memberikan kebanggaan sebagai Wong Jawa adalah seperti adanya aksara Jawa yang didesain menarik seperti dengan kaligrafi dengan bentuk yang unik atau gambar-gambar desain lainnya seperti keris jawa, simbol kerajaan keraton hingga gambar Punakawan yang beranggotakan Semar, Gareng, Bagong dan Petruk.

Tidak hanya membawa kearifan lokal yang memiliki nilai moral yang baik, dengan mengenakan produk lokal kamu juga turut mendukung perkembangan pasar lokal tanah air. Jadi, sebagai Wong Jawa jangan hanya bangga berbicara bahasa Jawa saja, namun berbanggalah juga untuk menggunakan produk lokal Indonesia. Tentu demi kemajuan bangsa dan negara pastinya.